Senin, 20 April 2015

SENJA YANG INDAH

Subhanallah... Allah tidak akan menciptakan segala sesuatunya dengan sia-sia. Semoga semua yang Allah ciptakan dan diperlihatkan kepada kita menambah keimanan dan ketaqwaan kepada-Nya.

Jumat, 03 April 2015

ISL BERUBAH MENJADI QNB LEAGUE



Kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia berubah nama dari Indonesia Super League (ISL) menjadi QNB League. Hal itu dipastikan setelah masuknya sponsor baru, QNB (Qatar National Bank) Group untuk kompetisi hingga akhir musim 2017 mendatang.

"Kami telah berada di Indonesia sejak 2011 dan peningkatan popularitas sepak bola di seluruh negeri akan menempatkan QNB League sebagai platform olahraga terbaik di Indonesia," kata Yousef Darwish, General Manager Group Communication dari QNB Group dalam rilis dari PT Liga Indonesia.

Sementara itu, CEO PT Liga, Joko Driyono mengatakan, kerjasama ini adalah salah satu bukti Indonesia tengah mengikuti tren industri sepak bola dengan pasar global. "Kami akan bekerja sama untuk membawa sepakbola Indonesia lebih baik dari segi kualitas kompetisi maupun penciptaan industri sepakbola," jelasnya.

Sebagai informasi, QNB Group merupakan salah satu sponsor dari klub raksasa Perancis, Paris Saint-Germain.***

Rabu, 07 Januari 2015

Persib Tantang Persiba di Final Piala Walikota Padang

Persib Bandung memastikan diri lolos ke partai puncak Piala Wali Kota Padang 2015, setelah menggebuk Pusamania Borneo FC (PBFC) dengan skor meyakinkan 3-0 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Selasa 6 Januari 2015.

Kemenangan tersebut, kian mengukuhkan posisi Maung Bandung di puncak klasemen Grup A dengan raihan enam poin, setelah di laga perdana juga sukses meraih hasil optimal dengan skor yang sama ketika menghadapi PSP Padang, Minggu 4 Januari 2015. Di final, Persib akan menantang juara Grup B, Persiba Balikpapan, Kamis 8 Januari 2015.

Tiga gol kemenangan Maung Bandung masing-masing dilesakan Atep pada menit 39, serta Tantan yang memborong dua gol, menit 53 dan 88. Pada laga ini, PBFC harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 30 setelah Victor Pae diusir wasit.

Pelatih Djadjang Nurdjaman mengaku cukup puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya di turnamen pra-musim ini. "Bukan semata-mata, karena kami menang dan bisa melaju ke final. Tetapi, anak-anak walaupun kondisinya belum 100 persen bisa menunjukan penampilan yang memuaskan," tutur Djanur usai pertandingan.

Pelatih 56 tahun itu tidak menampik kemenangan telak atas tim promosi ISL 2015 itu, tak lepas dari situasi lawan yang harus bermain dengan 10 pemain. "Ritme permainan sebenarnya tergolong biasa. Meski tadi lawan harus bermain dengan 10 orang. Ini juga dimungkinkan, karena kondisi fisik pemain yang belum 100 persen," ujarnya.

Di final nanti melawan Persiba, Djanur mengungkapkan tantangannya akan lebih berat. "Ada waktu untuk recovery meski tidak lama. Persiba akan jadi lawan yang tangguh, apalagi mereka memiliki waktu istirahat lebih panjang," ungkapnya. (VIVAbola)

Pendidikan Untuk Individu Yang Beradab

Islam sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral.Sayangnya, sekalipun institusi-institusi pendidikan saat ini memiliki kualitas dan fasilitas, namun institusi-institusi tersebut masih belum  memproduksi individu-individu yang beradab. Sebabnya, visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab, terabaikan dalam tujuan institusi pendidikan. Penekanan kepada pentingnya anak didik supaya hidup dengan nilai-nilai kebaikan, spiritual dan moralitas seperti terabaikan.Bahkan kondisi sebaliknya yang terjadi.

Sukabumi Kampung Halaman


Sukabumi indah dengan areal daerah pegunungan dan terhamparnya persawahan. Dengan luas wilayah 4.128 km², Kabupaten Sukabumi merupakan Kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa setelah Kabupaten Banyuwangi. Batas wilayah Kabupaten Sukabumi 40 % berbatasan dengan lautan dan 60% merupakan daratan. Wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki areal yang relatif luas yaitu ± 419.970 ha. Pada Tahun 1993 Tata Guna Tanah di wilayah ini, adalah sebagai berikut : Pekarangan/perkampungan 18.814 Ha (4,48 %), sawah 62.083 Ha (14,78 %), Tegalan 103.443 Ha (24,63 %), perkebunan 95.378 Ha (22, 71%) , Danau/Kolam 1. 486 Ha (0, 35 %) , Hutan 135. 004 Ha (32,15 %), dan penggunaan lainnya 3.762 Ha (0,90 %). Beberapa puncak gunung terdapat di bagian utara, diantaranya: Gunung Halimun (1.929 m dpl), Gunung Salak (2.211 m dpl), dan yang tertinggi adalah Gunung Gede (2.958 m dpl). Di antara sungai yang mengalir adalah Sungai Cimandiri dan Sungai Cikaso, yang bermuara di Samudra Hindia.
Adapun Daftar Wilayah dan Kecamatan di Kabupaten Sukabumi adalah:
  1. Wilayah Utara:
    1. Kecamatan Cicurug
    2. Kecamatan Cibadak
    3. Kecamatan Kalapanunggal
    4. Kecamatan Parungkuda
    5. Kecamatan Nagrak
    6. Kecamatan Ciambar
    7. Kecamatan Caringin
    8. Kecamatan Cisaat
    9. Kecamatan Cidahu
    10. Kecamatan Kabandungan
    11. Kecamatan Bojonggenteng
  2. Wilayah Tengah:
    1. Kecamatan Jampang Tengah
    2. Kecamatan Surade
    3. Kecamatan Jampang Kulon
    4. Kecamatan Cibitung
    5. Kecamatan Waluran
    6. Dan lain-lain
  3. Wilayah Selatan:
    1. Kecamatan Cisolok
    2. Kecamatan Ujung Genteng
    3. Kecamatan Palabuhanratu
    4. Dan lain-lain


Minggu, 03 Februari 2013

Scan dan Konversi Gambar Menjadi Text

optical character recognitionScan dan Konversi Gambar Menjadi Text Dengan OCR Gratis. OCR (Optical Character Recognition) adalah program atau perangkat lunak yang berfungsi untuk menangkap atau membaca text didalam gambar(image) kemudian menerjemahkannya menjadi file text yang dapat diedit dan digunakan sebagaimana tulisan biasa. Ocr sangat berguna sekali untuk mengambil text misalnya dari hasil scan kertas dokumen atau gambar sehingga kita tidak perlu repot lagi untuk mengetik ulang dokumen. Cukup scan dokumen lalu konvert(convert) menjadi text dan tulisan siap diedit dan disimpan dalam bentuk file txt, doc, rtf dan type yang lain.
Teknologi OCR adalah hasil dari penelitian dan pengembangan di Amerika Serikat dan Eropa. Program Ocr yang sudah cukup terkenal seperti Abbyy Fine Reader sayangnya software ini tidak gratis, kita mesti merogoh kocek untuk bisa memiliki software ocr ini atau mencari yang software bajakan namun ini sangat tidak dianjurkan. Tapi tunggu dulu, ternyata masih banyak juga free ocr yang benar-benar freware gratis diantaranya sebagai berikut:
  1. FreeOCR.net
    • FreeOCR adalah program scan dan OCR lengkap dengan installer Windows yang sangat mudah digunakan dan mendukung type image tiff multi halaman, dokumen faks serta jenis gambar yang terkompres. Download FreeOCR.net
  2. TopOCR
    • TopOCR menggunakan pengenalan pola yang cukup bagus dan teknik pemrosesan sinyal digital untuk hasil text terbaik. . Tidak seperti aplikasi OCR yang dirancang untuk scanner, TopOCR memahami bahwa gambar dari kamera digital dan smartphone memiliki lebih banyak variasi dalam kualitas gambar. Proses OCR di TopOCR lebih kuat dan menggunakan algoritma pengolahan image canggih untuk mendapatkan hasil scan terbaik. Download TopOCR
  3. SimpleOCR
    • SimpleOCR adalah perangkat lunak freeware OCR populer  dengan banyak pengguna di seluruh dunia. SimpleOCR juga menyediakan opensource atau SDK OCR yang bebas royalti bagi pengembang untuk digunakan dalam aplikasi mereka sendiri. Dengan SimpleOCR anda akan terhindar dari aktifitas mengetik ulang dokumen, mampu bekerja dengan cepat dan yang penting SimpleOCR ini 100% gratis. Siapapun dapat menggunakan SimpleOCR dengan bebas untuk penggunaan pribadi, lembaga pendidikan, bahkan pengguna korporat seperti kantor perusahaan. Download Simple OCR
  4. Microsoft Office Document Imaging
    • Walaupun software Microsoft Office tidak gratis, tapi sejumlah besar pengguna Windows XP, Vista, 7 memiliki Microsoft Office didalam komputer. Scan dokumen di Microsoft Office dapat ditemukan di menu Start -> Programs -> Microsoft Office -> Microsoft Office Tools, lalu pilih Microsoft Office Document Imaging. Untuk mulai mengambil teks dari gambar, buka file gambar TIFF, lalu klik pada ikon mata pada toolbar, seketika text akan tampil yang dapat diedit dan disimpan

Selasa, 12 Juni 2012

Adalah kesalahan besar jika ada orang yang menulis AMIEN, ASS, ASSKUM, MOHD, MOSQUE, 4JJI, MECCA !!

Saat kirim sms, atau membuat status , comment facebook
atau menulis untuk karangan, novel, cerpen dan tulisan lainnya.

kenapa?

Coba simak uraian berikut ini:

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata
“AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-sama
pendek),artinya AMAN, TENTRAM

2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya
MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN

3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artiny a
JUJUR TERPERCAYA

4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama
panjang),artiny a YA TUHAN, KABULKANLAN DOA
KAMI

Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan
“ Amien“ ???
Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien)
dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim
dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme)
setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama
seorang Dewa Matahari Mesir Kuno:
Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-
Ra)
=============== ==========
HINDARI PENULISAN ASS, ASSKUM, MOHD,
MOSQUE, 4JJI, MECCA !!
=============== ==========
Bagi akhy wa Ukhty yang masih suka
menggunakan kata2 dibawah ini:
''Ass,Askum ''dalam ucapan salam.
''Mohd'' untuk panggilan nama Nabi MUhammad.
''Mosque'' untuk panggilan sebuah masjid.
''4JJI'' untuk panggilan Allah SWT.
''Mecca'' untuk sebutan Mekah.
Harap agar tidak menggunakannya lagi,
sebaiknya,
marilah kita Gunakan sesuai dengan aturannya. Hal
ini dikarenakan arti dari kata tersebut adalah:
Jika kita seorang Muslim atau Muslimah, alangkah
baiknya mengindahkan hal yang mungkin kita
anggap kecil tapi besar makna dan pengaruhnya.

*janganlah bilang Mosque tapi Masjid,karena
Organisasi islam menemukan bahwa Mosque
adalah nyamuk.

*jangan menulis MECCA tapi MEKAH,karena MECCA
adalah rumah anggur/bir.

*jangan menulis MOhd tapi Muhammad,karena
Mohd,. Adalah anjing bermulut besar.

*jangan menulis 4JJI tapi Allah SWT,karena 4JJI
Artinya for judas Jesus Isa al masih.

*jangan menulis Ass atau Askum dalam salam
tetapi Assalammu'alaik um (karena salam adalah
doa,atau jika tidak sempat lebih baik tidak sama
sekali),
karena Ass artinya =bagian tubuh untuk duduk /pant...
dan Askum artinya celakalah kamu.
INGAT !!! Dalam Bahasa Inggris
ASS = (taulah pastinya bagian tubuh untuk duduk itu)
ASKUM = CELAKALAH KAMU

wah do'a nya jadi salah parah

Maka sampaikanlah salam secara benar, karena itu DOA, minimal
Assalaamu'alaikum.
Bagaimana jika menggunakannya dalam SMS?
Maka lebih baik kita ketik dalam TEMPLATE kata-kata
seperti ASSALAAMU'ALAIKUM,
WASSALAAMU'ALAI KUM WRWB, WA'ALAIKUM
SALAM WRWB,
ALHAMDULILLAH,
SUBHANALLAH,
ASTAGFIRULLAH dan sebagainya.
sehingga kita hanya tinggal INSERT TEMPLATE
SAJA.

Dan bagi saudara saudari pengguna BlackBerry,
maka hal ini lebih mudah karena kita hanya tinggal
mengatur auto text yang dapat diganti dengan
huruf arab.
Misalnya: Kita tinggal mengetik ASL, maka setelah
mengetik spasi, otomatis akan berubah menjadi
ﻢﻜﻴﻠﻋ ﻡﻼﺴﻟﺍ .

Nah sekarag sudah mengerti kan?
Jadi kalau sudah tahu dan mengerti, tolong sebarkan info ini.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amin.
Eh maaf maksudnya Aamiin ....

Sumber *http://lintang-ipa.mywapblog.com/

Rabu, 14 Maret 2012

Selasa, 06 Maret 2012

Dhana Widyatmika "Lelaki di pintu Surga"


Ketika ibunya tengah sakit keras dan harus buang hajat di pembaringan, Dhana tidak tega menggunakan pispot karena menurutnya benda itu terlalu keras dan nanti bisa menyakiti tulang ibunya. Sebagai gantinya, ia menengadahkan kedua tangannya dengan beralaskan tisu untuk menampungnya.
***
Ia membuat beberapa orang yang bergaul dengannya merasa iri. Sebagian berkomentar, lelaki muda itu telah dekat dengan pintu surga. Beberapa yang lain berpendapat, sungguh beruntung ia merawat ibunda tercinta dengan kualitas maksimal. Namun, Dhana Widyatmika (33 tahun), putra pertama dari Ibu Sundari (59 tahun) itu hanya berucap, apa yang ia lakukan biasa-biasa saja.
“Saya tidak pernah merasa ini sesuatu yang hebat. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini kewajiban. Saya yakin semua anak juga akan melakukan hal yang sama,” ucapnya.
Ditemui di sela-sela rutinitasnya menjaga dan menemani sang ibu yang dua kali dalam seminggu harus cuci darah, Dhana mengisahkan, selama tiga belas tahun ini, ibu menjadi prioritas utama dalam hidupnya.
Ujian Bertubi-tubi
Semua berawal ketika bulan Februari 1995, Ibu Sundari divonis gagal ginjal
“Ibu batuk-batuk, mual. Saya pikir sakit biasa. Waktu dibawa ke rumah sakit, kadar ureumnya di atas 300, padahal orang normal harus di bawah 40. Artinya racun dalam darah sudah menumpuk. Jadi harus langsung cuci darah. Saat itu, kadar hemoglobin (Hb) Ibu hanya 3,4 sehingga harus transfusi darah, padahal ketika itu bulan puasa, persediaan darah di PMI sangat terbatas sehingga harus mencari donor darahnya,” terang Dhana yang ketika itu masih duduk di tingkat dua sebuah sekolah tinggi di Jakarta.
Sesungguhnya rasa duka kehilangan almarhum ayah dua tahun sebelumnya masih membekas di hati Dhana. Baginya, kepergian ayah menghadap Sang Maha Kuasa bagaikan kiamat kecil. “Saya tidak menyangka. Bapak masih gagah, karir sedang posisi menanjak, dan saya baru masuk kuliah,” kenangnya.
Masih segar dalam ingatannya, hari  ketika ayahnya wafat. Dhana tengah sibuk mencari kaos kaki warna-warni di jatinegara sebagai salah satu syarat mengikuti ospek di kampusnya. “Waktu pulang saya lihat orang ramai, ternyata Bapak meninggal. Sangat mendadak. Saya tidak siap, tapi harus siap. Sebenarnya juga tidak tabah. Apalagi dua tahun kemudian Ibu menderita sakit berat. Kalau bicara mental jatuh, ini jatuh yang kedua. Kok belum selesai musibah yang saya alami dua tahun belakangn ini,” tuturnya.
Kepergian ayah menjadikan sulung dari dua bersaudara yang baru saja lepas SMA itu berubah menjadi kepala keluarga. Tak heran jika dialah yang pertama diberitahu dokter tentang keharusan ibunya untuk cuci darah. Sebuah kabar yang tentu tidak mudah didengar. “Awalnya Ibu tidak tahu. Ibu pikir hanya sekali cuci darah, setelah itu sembuh. Dokter panggil saya, katanya ini harus rutin cuci darah. Saya kepala keluarga dan memang harus menanggung semuanya,” kenangnya.
Dhana sendiri, meski sangat sedih mendengar kondisi kesehatan ibunya, namun saat itu ia merasa optimis, penyakit Ibu akan sembuh dan keadaan akan membaik kembali. “Shock, tapi tidak berpikir bahwa ini tidak bisa sembuh. Saat itu saya tidak menyadari. Dokter juga tidak bilang secara gamblang kalau tidak bisa sembuh. Tahun pertama belum merasa bahwa ini akan menjadi rutinitas. Saya anggap nanti akan ada akhir untuk sembuh,” ujarnya.
Keyakinan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya menyemangati Dhana dan ibunya untuk tak henti-hentinya mencari penyembuhan, baik medis maupun obat alternatif.  Sejak 1995 hingga 2004, boleh dibilang semua pengobatan alternatif yang pernah dilihat di televisi pernah dicoba, namun hingga sekarang, ibunda Dhana tetap harus cuci darah.
Di awal mendengar vonis gagal ginjal, Ibu Sundari sempat mengalami masa-masa penolakan dan kesedihan. Penanganan cepat serta perawatan medis yang sangat memadai memang mampu mengembalikan kondisi fisiknya, kecuali ginjal. Namun keharusan cuci darah sangat menguras ketabahannya. Alhasil, di tahun pertama sejak ibunya sakit, Dhana lebih banyak mengerahkan segenap daya dan usaha untuk membantu mengangkat moril Sang Ibu.
“Secara fisik ibu agak bagus, tapi mentalnya down sekali. Setiap habis cuci darah, pulang, balik lagi ke rumah sakit. Lebih karena psikis. Kadang ada rasa tidak enak di badan, sampai di rumah sakit diperiksa dokter tidak ada apa-apa. Obatnya cuma istirahat. Ibu juga sering bertanya, kapan tidak cuci darah lagi,” tuturnya.
Selain stress karena sudah berusaha berbagai cara tapi tidak juga sembuh, proses cuci darah juga mengandung bagian yang cukup sakit dan menakutkan. “Ada saatnya Ibu merasa, ngapain hidup bergnatung mesin terus. Kalau besok mau dicuci sudah stress, memikirkan akan ditusuk jarum. Sampai sekarang pun Ibu masih selalu kesakitan waktu ditusuk. Saya sangat sedih melihatnya. Melihat orang yang saya cintai ,menderita, itu menjadi penderitaan juga bagi saya. Tapi saya berusaha bertahan. Kalau saya down, bagaimana dengan Ibu.”
Konsentrasi Merawat Ibunda
Sadar kondisi ibunya sangat labil, Dhana memutuskan konsentrasi sepenuhnya untuk menemani Ibu menjalani berbagai proses pengobatan. Tiap hari, sepulang kuliah, Dhana langsung ke rumah sakit. Menghabiskan malam di lantai di bawah tempat tidur ibunya menjadi bagian pola kehidupan Dhana. Menurutnya, posisi di bawah tempat tidur membuatnya cepat mengetahui kalau ada apa-apa. Pagi-pagi biasanya ia pulang sebentar sekadar berganti baju dan membersihkan badan, lalu kuliah. “Saya punya kos, tapi tidak pernah saya tinggali karena kondisi ibu sangat tidak stabil. Selama kuliah tidak sempat bersosialisasi dengan teman-teman karena waktunya tidak memungkinkan. Saya lebih banyak ke Ibu. Saya hanya meninggalkan Ibu ketika kuliah,” tuturnya.
Pilihan untuk mendahulukan Ibu di atas semua urusan lainnya, secara logika, sebenarnya tidak selalu mudah bagi Dhana, yang kebetulan kuliah di sekolah yang lumayan ketat dalam kedisiplinan (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara – Red.). Ketika kondisi ibunya sedang sangat menurun, Dhana memilih tidka kuliah agar bisa menemani ibunya. Keputusan itu, bukan hanya melewatkan kesempatan mendengar materi kuliah langsung dari dosen, tapi juga membuatnya kesulitan mencapai batas absen yang diijinkan.
“Kuliah tidak masuk, saya tidak peduli. Saya lebih baik drop out daripada harus meninggalkan ibu saya. Itu yang saya yakini. Boleh dibilang saya tidak pernah belajar meski saat ujian. Bukan karena sombong, tapi memang tidak sempat. Saya sadar risikonya dan juga siap menanggungnya. Tidak pernah ada konflik batin ketika memutuskan itu. Prioritas saya untuk Ibu. Saya tidak pernah sedikitpun khawatir, bagaimana masa depan saya, bagaiman alau tidak lulus atau drop out. Terserah deh, hidup saya mau dibawa kemana. Saya ikut saja. Saya hanya berpikir bagaimana Ibu bisa nyaman, bisa tertolong dari kondisi ini,” jelasnya.
Dhana bersyukur karena ia sama sekali tidak ragu dan yakin menjalani keputusan mengesampingkan kuliah untuk merawat ibunya. Ia merasa, Allah yang membuat hatinya mantap. Selain itu ia berusaha melaksanakan pesan Ayah agar dia menjadi lelaki yang mampu bertnaggungjawab. Dhana mengenang, ketika ia memijit ayahnya, beliau berpesan, “Jika nanti ada sesuatu yang buruk menimpa keluarga, kaulah yang harus menggantikan tugas Bapak, dan kamu harus siap.”
“Saya pikir itu pembicaraan biasa. Saat Bapak meninggal, saya jadi ingat sekali pesan itu. Ketika Ibu sakit, saya semakin yakin, ini yang dimaksud Bapak. Mungkin pesan itu yang membantu saya untuk prioritas ke Ibu. Hanya Ibu, tidak ada hal lain yang saya pikirkan. Saya tahu, saya juga punya kehidupan sendiri yang harus saya tata, tapi saya yakin, saya tidak salah meninggalkan masa depan dan meilih Ibu. Itu keputusan dan komitmen saya. Biarlah masa depan tidak jelas, yang penting saya puas bisa mengabdikan diri pada orang tua,” ucapnya.
Usaha mencari kesembuhan fisik serta menjaga mental ibunya gar terus emangat menjalani pengobatan dilakukan Dhana tanpa henti. “Saya tidak pernah putus asa. Saya menikmati saja. Bahkan saya banyak belajar dari semua ini. Saya coba resapi. Pelajaran yang palin besar itu kesabaran. Kondisi ini membuat saya harus banyak mengalah, bersabar, dan menerima. Ini pasti ada maksudnya, ada hikmahnya,” ujarnya.
Pertolongan Allah itu Indah
Di tengah berbagai usaha yang menguras tenaga, waktu, dan tentu juga uang, Dhana justru kian merasakan betapa banyak kemudahan tak terduga. “Banyak hal aneh yang saya rasa kayaknya tidak mungkin kalau saya balik lagi, kondisi itu akan terjadi lagi,” kenangnya.
Dhana yang sering bolos kuliah, akhirnya harus menerima risiko tidak diperbolehkan mengikuti ujian oleh dosen yang kebetulan dikenal sangat disiplin dan tidak gemar menerima alasan apapun dari mahasiswa yang sering tidak hadir kuliah. “Saya mengahdap dosen itu, saya belum ngomong apa-apa, dia bilang, ya sudah ikut ujian saja. Banyak pertolongan di luar dugaan. Masalah obat juga. Ibu sangat membutuhkan obat, tapi kebetulan stock habis. Cari kemana-mana tidak ada, padahal ibu sangat membutuhkan dan harus cepat. Saya kirim kabar ke banyak kenalan, tidak lama ada yang memberitahu ada obat. gampang sekali,” tuturnya.